[PUISI] Setelah Hujan

Aku datang menemuimu menjelma hujan
Mengendap di belantara bulu matamu
O, pipimu yang merah menjadi basah
Lalu mengalir sungai
Dan bermuara ke hatimu

Tampaknya di luar cuaca memberi kabar
Layung terus mendayung mendung
Yang kemudian karam dan berlabuh
Di kedua larung matamu

“Hujan memang pembawa derita,
Buktinya air mataku telah menjadi telaga!” katamu

Kemudian setelah hujan reda
Aku merelakan tubuhku
Menjelma kembali
Di matamu menjadi pelangi

2012

Advertisements

About Safik Yahida

SESEORANG YANG TAK BANYAK BICARA. SEORANG LELAKI KIKUK YANG TAK PUNYA KEAHLIAN APA-APA

Posted on 25 July 2014, in PUISI. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s