[PUISI] 3 Catatan Harian Kuku si Mati

Malam Penghabisan

Aku ingin berlabuh di tubuhmu untuk terakhir kali
Sambil menikmati waktu yang berkarib dengan maut
Malam di selimuti api
Kini terbakar di tubuhku

Malam itu, langit semakin gosong
Terpanggang oleh matangnya rembulan
Saat itulah aku merasakan kehangatan Izrail
Yang berhembus pada nafas terakhir

Seperti angin, kau kerap mengusik bisik mistik
Lalu melelang takdir pada jerit talkin
Yang begitu fasih mengeja maut
Saat malam penghabisan telah kita kekalkan
Dan aku abadi di nadimu

2011

Pembaringan Terakhir

Pada malam penghabisan itu
Aku masih melihatmu
Tertidur abadi dibalut selembar kafan
Maut yang begitu pekat di keningmu;
Seperti mengekalkan ajal pada pembaringan terakhir

Pada malam penghabisan itu pula
Kunang-kunang semakin liar mengudara
Bagai kuku matimu mencakar cahaya
O, langit menjadi semakin berkarat
Kini menjelma pada kerutan tubuhmu

Akan kutahlilkan: Aku di sini, di ruangan ini, masih melafadzkan
Tasbih yang dikirim bersama segumpal awan.

Dengan begitu, gerimis tidak lagi mengalir di mataku
Dan daun-daun yang bergaris keriput
Bukan satu-satunya tempat embun menetes

Lalu burung-burung menjerit dengan kibasan sayapnya
Sepertinya malaikat sedang menunggumu dibalik pintu
Sedang aku yang terus mengingat bayangan hidupmu
Masih bertahlil hingga ritual sakral berakhir

Tubuhmu kini bersandar pada kesetiaan bumi
O, yang dibalut kafan
Ingin ku buka dan mengecup keningmu
Dan merajut kembali rambutmu dengan doa

2011

Sehabis Gerimis

Aku kembali mengingatmu di sisa gerimis
Diantara punggung batu yang mengukir namamu
Disitulah, kenangan kita telah terpahat

Atau pada daun kering bagaikan selembar surat
Yang menuntaskan sebuah jejak ziarah
Aku telah menuliskannya sehabis gerimis
Lalu menjadi abadi di kedua mataku

Aku rindu bersamamu, menyulam ribuan malam dengan tatapan tajam,
namun maut memutuskannya,menjelma sabit membuat matamu terpejam

Untukmu, aku rela bersetubuh bersama angin
Dengan dingin yang ku cicipi nikmatnya sepi
Dan bila kau tak kembali
Aku menjelma doa untuk menemuimu

2011

Advertisements

About Safik Yahida

SESEORANG YANG TAK BANYAK BICARA. SEORANG LELAKI KIKUK YANG TAK PUNYA KEAHLIAN APA-APA

Posted on 25 July 2014, in PUISI. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s