[PUISI] Senggama Hujan

I
Kita tak pernah berharap
Bahwa di taman ini
Kita telah berciuman
Berpelukan
Di bawah hujan

Di kuntum bibirmu itu
Kupahat risalah mawar
Melebihi merahnya darah
Atau daun lidah yang basah

II
Gemuruh nafasmu serupa badai
Berembus dari arah selatan

Tubuhmu tubuh awan
Gigil musim dingin

III
Lihatlah!
Setelah hujan menyiram tubuh
Di bibirmu luka darah tumbuh
Menjalar sepekat subuh
Kemuning langit lalu menyepuh

Tiba-tiba seekor merpati hinggap pada reranting cahaya
Membawa petaka di sela-sela kukunya
Inilah saatnya musim kemarau telah tiba
Petaka di hari ke-23!

IV
Kita pun lalu bergegas
Mengekalkan nama pada gurat cuaca
Saat senggama hujan telah lama usai
Saat aku bertanya: risalah mawar itu kini milik siapa?

2013

Advertisements

About Safik Yahida

SESEORANG YANG TAK BANYAK BICARA. SEORANG LELAKI KIKUK YANG TAK PUNYA KEAHLIAN APA-APA

Posted on 24 July 2014, in PUISI. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s