[CERPEN] Pesan Singkat, dan Seorang Lelaki Kikuk

wajCerpen: Safik Yahida

Dimuat di Radar Seni, Minggu 22 September 2013

Musik Punk Hardcore menaiki panggung. Sebuah band penganut sXe[1] langsung membawakan lagu Straight Edge[2] milik Minor Threat. Atmosfer panggung mengalun tertib tanpa ada kerusuhan. Ratusan penonton memadati Gig[3] dengan sebuah dekorasi panggung bertuliskan huruf X[4] yang menyilangkan dua buah papan besar. Mereka begitu asyik menari pogo. Meski tak ada aroma alkohol, kepulan asap ganja, atau tarian wanita setengah bugil yang menggigil, namun semuanya berjingkrak mengikuti irama yang menghentak.

“Hey pengecut, jangan hanya bengong, ayo gabung bersama kerumunan!” teriak seorang lelaki bergaya hippies. Bajunya kumal berpadu dengan celana jeans robek yang disengaja pada bagian lutut. Namun Kiplik tak menggubris ajakan si baju kumal temannya itu untuk ikut menari pogo. Jangankan untuk menari seperti itu, datang menyakiskan parade band pun ia dipaksa hingga pening kepalanya. Matanya hanya fokus menatap seorang gadis cantik yang berdiri tak jauh dari tempatnya mematung.

Gadis itu mengenakan baju lengan panjang motif belang kuda zebra, kerudung merah muda, rona wajahnya kemerahan mirip Vodka Red Square, dan bola matanya hitam Brandy Cola dalam gelas. Kecantikannya telah membuat Kiplik mabuk dan tak menyadari bahwa gadis itu pun sedang menatap kearahnya. Buru-buru Kiplik menggeleng-gelengkan kepala untuk membangunkan lamunannya. Gadis itu lalu tersenyum dan menganggukan sedikit kepalanya sopan. Bibirnya tampak berminyak, berwarna merah genting rumah; berbentuk tipis seolah tak ada tanda bekas jamahan bibir busuk seorang lelaki. Kiplik begitu terpana, betapa cantiknya gadis yang ia pandang. Tak butuh waktu lama, Kiplik langsung mengambil kesimpulan, bahwa gadis itu seorang perempuan yang baik walau sedang berada di tempat seperti ini―sebuah tempat pengap yang dipenuhi lelaki bertato―tapi minimal pakaian gadis itu berkerudung, itu sudah pantas dicap sebagai perempuan baik.

Ah, seandainya saja Kiplik mempunyai keberanian untuk menyapa, atau sekadar mengajaknya berkenalan. Tentu, tentu ia tak akan merasa lagi dirinya sebagai seorang lelaki yang pengecut. Dan, seandainya yang kedua, jika saja di dunia ini ada biro jasa yang menjual jasanya untuk meningkatkan sebuah keberanian seseorang, mungkin Kiplik rela jatuh miskin dan menghabiskan uangnya untuk menawar harga keberanian itu. Ini persoalan harga diri! Miskin lebih baik ketimbang menjadi seorang pecundang yang menyedihkan! Begitu bisik batinnya berkecamuk. Atau inikah yang dinamakan cinta pandangan pertama? Sebab cinta selalu mempunyai cara untuk membuat seorang rocker bertampang garang sekalipun menjadi kikuk. Tapi kenapa Kiplik mesti kikuk, padahal ia bukan seorang rocker. Kiplik hanyalah seorang lelaki yang secara diam-diam menyukai lagu beraliran melayu yang mendayu-dayu, bahkan hingga mendengarkan lagu dangdut sekalipun.

Pernah dulu ia menyaksikan acara televisi tentang seorang motivator berkepala botak yang mengatakan: bahwa cinta tak pernah memandang harta ataupun rupa. Si botak itu juga melanjutkan ucapannya: tak perlu bakat untuk mendapatkan seorang gadis cantik, yang diperlukan hanyalah sebuah keberanian untuk mengungkapkan perasaanmu, nanti kau akan mendapatkan suatu kepastian. Katanya dengan nada sedikit berwibawa.

Dulu Kiplik memang sangat takjub mendengarkan ucapan motivator botak itu, akan tetapi setelah ia mengetahui bahwa seorang penjual motivasi hanya berbicara menggunakan bahasa buku, bukan bahasa hidup atau berdasarkan pengalaman, ia langsung melempar sebuah asbak sehingga kaca layar televisinya pecah. Dan kini ia meyakini, bahwa seorang motivator ialah seorang pembohong yang baik. Mungkin saja mereka tak pernah merasakan betapa sulitnya menghadapi seorang gadis cantik, atau mungkin juga mereka sebenarnya kikuk dan berpura-pura menyemangati orang lain padahal tengah mengobati perasaan kikuknya sendiri.

Entah berapa lama ia menatap gadis itu, waktu seolah berputar begitu cepat. Tak terasa, tiba-tiba saja, di atas panggung, musik berganti aliran menjadi punk rock. Sekumpulan orang berambut mohawk menari pogo dan mencoba mendekati panggung depan. Badan mereka bau keringat dan sengak ketiak basah, bahkan ada juga yang beraroma mirip air kencing kuda. Mungkin sudah setengah tahun mereka tidak pernah mandi. Sedikit untung mereka mengenakan jaket lusuh yang ditempeli emblem bertuliskan FUCK LOVE!! Namun tetap saja aroma tubuhnya bau!

Sebuah group band yang menamakan dirinya ‘The Black Hole’ membawakan lagu milik Bad Religion. Tentu ini lagu yang pas untuk mengawali sebuah perkenalan, meski Kiplik tidak mengetahui arti dari lirik lagu itu karena berbahasa inggris, namun setidaknya ia mendengar irama musiknya menghentak memberikan semangat. Akan tetapi, belum sempat Kiplik berjalan dua langkah, tiba-tiba dari arah kerumunan, Si baju kumal temannya itu datang menghampiri gadis pujaannya, dan memotong niatnya untuk berkenalan. Sial! Seharusnya Kiplik sadar bahwa musik punk bukan sebuah musik yang cocok untuk mewakili sebuah drama picisan.

***

Dari mana kau tahu nomor ponselku?” tanya gadis cantik itu melalui SMS.

Kemarin aku menanyakannya pada Gablag yang bajunya kumal, ia itu temanmu ‘kan?” jawab Kiplik, yang juga melalui SMS.

Tak ada balasan lagi. Ponsel Kiplik kembali sepi. Mungkin gadis itu merasa terhina bila sesuatu miliknya diumbar kepada orang lain; mungkin ia tak terima nomor ponselnya diberikan pada orang yang tak dikenal. Kalau begitu, jangan pernah memiliki nomor ponsel, sekarang sedang nge-trend yang namanya pin BB―bagi yang memakai ponsel jadul, mereka akan merasa terkucilkan oleh kehadiran ponsel canggih itu.

Lama Kiplik menunggu dering ponselnya berbunyi kembali. Kegelisahannya hampir mencapai titik puncak. Ingin rasanya ia membanting ponsel jadul miliknya. Setelah penantian dua jam yang terasa menggiriskan itu, akhirnya ia mendapatkan balasan bernada yang tak kalah menghentak dari musik punk rock kemarin: “Ah, dasar lelaki pengecut, kenapa tidak kau minta saja langsung pada pemiliknya!

Dua jam lamanya Kiplik merasakan kegelisahan yang bisa membuatnya gila mendadak, dan hasilnya ia hanya mendapatkan balasan singkat yang menurutnya tak kalah gila. Ternyata dulu dugaan Kiplik benar, motivator itu seorang pembohong besar. Mereka telah salah menilai dengan mengatakan cinta tak pernah mengenal harta ataupun rupa. Cinta kebanyakan memang harus realistis! “Tak ada uang maka Abang kutendang” begitu menurut lirik lagu dangdut yang selalu ia putar secara diam-diam dan telah ia yakini kebenarannya.

Kiplik pun kini sadar, wajahnya memang tidaklah rupawan, harta pun ia tak punya. Uang bulanannya hampir habis karena ia memberanikan diri menukarnya dengan nomor ponsel gadis itu pada Gablag, si baju kumal. Ternyata terbukti, memang sulit mendapatkan respon positif dari seorang gadis cantik untuk ukuran lelaki miskin.

Tak ada salahnya ‘kan bila aku ingin mengenal seseorang. Apalagi untuk mengenalmu!” jawab Kiplik sedikit kesal.

Silahkan saja, aku senang mendapatkan teman baru….

Terimakasih… Oh, ya, kemarin aku melihatmu di acara parade band. Kamu suka musik punk juga ya?” tanya Kiplik sedikit berbasa-basi.

Tak butuh waktu lama lagi, ponsel Kiplik langsung menerima balasan dari gadis itu: “Aku menyukai semua aliran musik, apalagi musik yang bisa membuat perasaanku menjadi semangat. Dari dulu aku memang suka sama lagu-lagu Superman Is Dead. Aku seorang Lady Rose[5] sejati.

Wah kebetulan, ternyata kita mempuyai selera musik yang sama.” bohong Kiplik, karena sebenarnya ia selalu sakit dada bila mendengar hentakan musik punk rock. Tapi ia pun ingin menjadi seorang pembohong yang baik, setidaknya membohongi diri sendiri untuk memikat gadis pujaannya; berbohong untuk kebaikannya sendiri.

***

Entah sudah berapa sering mereka saling mengirimi pesan singkat melalui ponsel. Hampir setiap malam kegiatan itu mereka lakukan. Singkatnya, dari enam bulan yang lalu setelah pertemuan pertamanya. Dan, kini timbul satu keyakinan baru di dalam hati Kiplik: pasti gadis cantik itulah yang akan menjadi jodohnya kelak. Ia sangat mencintai gadis itu, dan gadis itu juga sepertinya akan membalas cintanya. Kiplik merasa ia dan gadis itu sangat serasi karena mempunyai selera yang sama. Berkat kehadiran gadis itu, Kiplik pun mulai mengubah penampilannya sedikit lebih garang: mengubah gaya rambutnya menjadi berdiri tegak menantang langit, kedua telinganya dipasangi piercing, juga mengenakan jaket lusuh yang ditempeli puluhan spike yang dibelinya dari pasar loak. Jadilah kini ia badut setengah jadi.

Tidak hanya sampai disitu saja, Kiplik pun lalu mulai membiasakan diri mendengarkan musik beraliran punk rock, sebab Kiplik tak ingin di hari pertemuannya kelak dengan gadis itu ia merasa dipermalukan. Setidaknya dengan menghapal lagu-lagu seperti itu ia akan merasa percaya diri, dan tentunya tidak kikuk lagi.

Sudah enam bulan kita hanya berkomuniksai melalui pesan singkat, bagaimana bila besok kita bertemu di suatu tempat?” ajak Kiplik pada gadis itu. Ia lalu merasa telah menjadi seorang rocker sejati karena berani mengajak gadis itu untuk bertemu, apalagi dengan penampilannya sekarang yang lebih garang. Dan tentu penampilannya mungkin bakal memikat hati gadis pujanannya.

Boleh… boleh… kebetulan aku ingin bertanya seputar musik kepadamu.” jawab gadis itu antusias.

Maka, di hari yang sudah di tentukan, Kiplik menunggu gadis itu di sebuah taman yang dijanjikan. Ia membayangkan, pasti gadis itu bakal terperangah melihat penampilannya sekarang, dan itu bakal membuat Kiplik senang, dan ia merasa gadis pujaannya juga bakalan senang. Ia hanya tinggal mencoba memutar sedikit otaknya untuk berpikir, tentang bagaimana caranya membuka percakapan yang bagus supaya pertemuannya ini berlangsung istimewa dan tak bisa terlupakan. “Hai apa kabar? Sudah lama tak bertemu.” atau, “Halo gadis cantik, ternyata wajahmu lebih manis daripada kata-kata gombal yang kamu kirim melalui ponsel.” begitulah rencananya untuk mengawali sebuah pertemuan, sederhana namun istimewa.

Namun bagi gadis itu, bagi seorang Lady Rose yang menyukai musik punk rock dari dulu, ia bisa dengan mudah membedakan mana seorang lelaki yang benar-benar menyukai musik punk atau seorang lelaki fosher[6] yang berpenampilan mirip badut. Dari balik jendela mobil ia memperhatikan Kiplik yang sedang berlatih memperagakan sebuah kata sambutan di taman. “Tak perlu kau memikirkan kata sambutan, sebab aku tak bakal datang menghampirimu. Aku pun tak ingin dipermalukan karena menemui seorang badut. Aku lebih menyukai dirimu yang seperti seperti dulu, kikuk namun bisa membuatku tersenyum. Cukup menjadi dirimu sendiri, itu lebih baik.” bisik gadis itu sambil memacu kembali mobilnya pergi.

Bandung, 2012


[1] sXe adalah singkatan dari Straight Edge. Suatu komunitas anak band yang menganut hidup “Drugs free and poison free”.

[2] Straight Edge adalah salah satu judul lagu pertama Minor Threat yang berada dalam label Discard Records dan pertama kali dirilis pada tahun 1981.

[3] Gig semacam tempat pagelaran band yang digunakan oleh anak-anak scene punk.

[4] Simbol dari sXe

[5] Sebuah nama fans Superman Is Dead untuk kaum perempuan. Band yang beraliran musik punk rock ini berasal dari Bali.

[6] Fosher adalah orang dengan rambut bergaya seperti anak punk, tetapi tidak mengetahui pergerakan atau perjuangan dari aliran punk itu sendiri.

Advertisements

About Safik Yahida

SESEORANG YANG TAK BANYAK BICARA. SEORANG LELAKI KIKUK YANG TAK PUNYA KEAHLIAN APA-APA

Posted on 14 May 2013, in CERPEN. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Kami sekeluarga ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada MBAH RIJI atas bantuannya saya menang togel yang pertama kalinya,pekerjaan saya sehari-harinya cuma seorang supir angkot yang pendapatannya tidak seberapa,buat biaya anak sekolah aja tidak cukup apalagi untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-harinya….suatu hari saya tidak sengaja mendengar pembicaraan teman saya mengenai prediksa MBAH RIJI yang katanya bisa mengeluarkan angka sgp/hk yang di jamin tembus,akhirnya saya bertanya dan teman saya memberikan nomor MBAH RIJI dan saya pun menghubunginya..?? Berkat bantuan MBAH yang telah memberikan anka “GHOIB” nya 3D yaitu 275 dan alhamdulillah itu ternyata terbukti….sekaran anak saya bisa lanjut sekolah lagi itu semua atas bantuan MBAH RIJI ,bagi anda yang penggemar togel ingin meruban nasib melalui angka2 goip yang di jamin 100% kemenangan hbg MBAH RIJI di nmr;_082344440428,ini bukti nyata bukan rekayasa,mana ada kemenangan tanpa keberanian dan kejujuran,saanya kita perlu bukti bukan sekedar janji2,hanya MBAH RIJI yang bisa menjamin 100% kesuksesan,anda perlu bukti hbg sekaran MBAH RIJI nya,terima kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s